![]() |
|
Krisis ekonomi yang berkepanjangan membawa dampak ekonomi yang sangat berat bagi warga masyarakat pada umumnya. Hal ini ditandai dengan masih tingginya angka pengangguran. Namun dengan segala keyakinan dan senantiasa memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, maka krisis yang berkepanjangan ini sedikit-demi sedikit dapat teratasi. Upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi krisis tersebut adalah dengan menciptakan lapangan kerja dan usaha yang seluas-luasnya serta menciptakan tenaga kerja yang berkualitas dan memiliki daya saing di pasar kerja. Di Jawa Tengah jumlah angka kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) hingga saat ini mencapai delapan juta jiwa. Jumlah tersebut terdiri dari 6,5 juta keluarga miskin, dan 6,5 juta jiwa pengangguran di usia produktif. Gubernur Jateng, Bibit Waluyo mengatakan, usaha untuk menekan angka kemiskinan di Jateng sebesar itu diakui sangat berat. Pasalnya, persoalan yang dihadapi Jateng saat ini ialah adanya ledakan penduduk yang susah dikendalaikan. "Bayangkan saja, jumlah penduduk di Jateng mencapai 33 juta jiwa. Khususnya di Kota Semarang jumlah penduduk mencapai 1.419.478 jiwa yang terdiri dari Warga Negara Indonesia sebanyak 1.418.324 jiwa dan Warga Negara Asing sebanyak 1.154 jiwa. Jumlah penduduk terpadat berada di Kecamatan Semarang Barat dengan jumlah penduduk 155.354 jiwa, disusul oleh Kecamatan Pedurungan dengan jumlah penduduk sebesar 154.430 jiwa. Sedangkan kecamatan dengan jumlah penduduk terkecil berada di Kecamatan Tugu dengan jumlah penduduk 25.549 jiwa. Data di atas mengharuskan semua pihak untuk ikut serta memikirkan berbagai upaya untuk mengatasi dan membebaskan dari kemiskinan dalam arti luas, yang berarti bukan hanya mencakup upaya mengatasi ketidakmampuan untuk memenuhi konsumsi dasar, akan tetapi juga sejauh mana kelompok miskin dapat mempunyai akses terhadap berbagai kebutuhan dasar lainnya antara lain pendidikan. Lembaga Kursus dan Pelatihan, sebagai salah satu bentuk satuan pendidikan nonformal (UU No.20/2003 pasal 26 ayat 4) perlu terus ditingkatkan mutu, relevansi dan kemampuan daya saingnya. Lembaga yang bermutu, relevan dan berdaya saing hanya bisa terwujud jika terjadi suasana ” persaingan positif ” antar lembaga kursus dan pelatihan. Jumlah lembaga kursus dan pelatihan berdasarkan data terakhir dan mempunyai Nomor Induk Lembaga Kursus (NILEK) adalah sebanyak 14.327 lembaga (sumber : www.infokursus.net), dengan berbagai macam jenis keterampilan. Kursus sebagai salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan pada jalur pendidikan nonformal memiliki peran yang sangat penting dalam rangka mendukung program pemerintah untuk mengurangi melawan kebodohan dan buta huruf, meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia dan diharapkan dapat mengurangi pengangguran dengan cara mengiptakan sumber daya yang kompeten dan akhirnya dapat diterima bekerja. Seiring dengan perkembangan zaman, Pendidikan Kursus dan pelatihan harus mampu dan relevan dengan tujuan pendidikan nasional serta mampu memberikan kontribusi terhadap tuntutan masyarakat dimana penyelenggaraan kursus ini harus senantiasa mengikuti kebutuhan konsumen dari sisi kualitas, kuantitas dan keterjangkauan layanan. Jumlah lembaga Kursus dan Pelatihan di Indonesia sangatlah besar, berdasarkan data di infokursus.net sebanyak 14.327, namun belum dapat dijangkau oleh berbagai masyarakat secara luas. Beberapa kendala masyarakat tidak dapat mengikuti kursus antara lain: 2. Sulitnya transportasi menuju tempat kursus. 3. Besarnya biaya kursus yang harus dikeluarkan oleh peserta untuk mendapatkan kursus yang berkualitas. 4. Besarnya biaya hidup jika peserta kursi harus tinggal di tempat kost. 5. Beberapa peserta mampu membayar biaya kursus tetapi tidak mampu membayar biaya transportasi menuju tempat kursus. 6. Beberapa peserta kursus mengalami hambatan karena waktu: bekerja, berwirausaha, atau ada aktifitas lain yang tidak memungkinkan untuk kursus. Berbagai hambatan di atas mengakibatkan terbatasnya akses kursus oleh masyarakat. Untuk itu diperlukan layanan yang memudahkan bagi para peserta untuk mengikuti kursus secara mudah, efektif dan efisien. Berdasarkan latar belakang, data dan fakta di atas maka MAGISTRA memberikan menerapkan layanan KURSUS ONLINE bagi masyarakat yang dapat diakses tanpa batas waktu dan tempat. |














Pengunjung hari ini | : 39 |
Total pengunjung | : 34668 |
Hits hari ini | : 115 |
Total Hits | : 218062 |
Pengunjung Online | : 3 |
Kantor Pusat Wilayah Semarang :
Jl. Teuku Umar 26
Telephone: (024) 083 12 686 FAX : (024) 083 12 686
E-mai l: thegreat_mu@yahoo.com






Pengunjung hari ini
Total pengunjung
Pengunjung Online